Cara Menyusun Permintaan Gaji yang Rasional

Halo pembaca setia! Pernahkah kamu merasa sulit untuk menentukan jumlah gaji yang akan kamu ajukan pada saat wawancara kerja? Hal ini seringkali terjadi dan menjadi momok bagi para pencari kerja. Namun, jangan khawatir! Pada artikel kali ini, kita akan membahas secara detail mengenai cara menyusun permintaan gaji yang rasional dan sesuai dengan kualifikasi yang kamu miliki. Langsung saja, simak artikel ini sampai selesai ya!

Cara Menyusun Tuntutan Gaji yang Rasional

Kenali Market Rate di Industri Anda

Dalam mencari pekerjaan baru atau menaikkan gaji di tempat kerja saat ini, tak jarang kita harus membuat permintaan gaji. Meminta gaji yang tak realistis akan menjadikan kita kecewa atau bahkan membuat kita kehilangan kesempatan kerja yang baik. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui besaran gaji yang rasional untuk karir dan industri kita.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari tahu besaran gaji yang umum diterima di industri kita, terutama untuk posisi yang diincar. Carilah informasi tentang gaji low, medium dan high position, tergantung dari bidang keahlian dan pengalaman kerja. Perlu diingat bahwa lokasi perusahaan, jenis industri, peran yang diinginkan dan pengalaman kerja kita juga mempengaruhi besaran gaji yang diharapkan. Dengan mengetahui market rate yang berlaku di industri kita, kita akan lebih mudah menentukan gaji yang rasional untuk posisi yang diincar.

Tinjau Gaji dan Tunjangan Tambahan

Saat kita menentukan gaji yang kita harapkan, jangan hanya fokus pada gaji pokok saja. Ada banyak aspek tambahan yang perlu dipertimbangkan, seperti tunjangan kesehatan, transportasi, bonus, asuransi dan tunjangan lainnya. Untuk mencari tahu nilai total compensation yang kita dapatkan dari perusahaan, tinjaulah seluruh informasi mengenai kompensasi yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut. Pelajari dengan baik kebijakan-kebijakan yang berlaku terkait dengan cuti, training atau kenaikan pangkat, ini akan membantu kita memperkirakan nilai total benefits yang kita dapatkan dari perusahaan.

Perhatikan Skill dan Pengalaman Kamu

Perlu disadari bahwa setiap individu memiliki skill dan pengalaman yang berbeda-beda. Oleh karena itu, bandingkan skill dan pengalamanmu dengan job description yang dibutuhkan oleh perusahaan target. Jika kita merasa kualifikasi yang dimiliki cocok dengan job description, maka kita bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi dari market rate yang berlaku pada umumnya. Namun, perlu diingat bahwa kualifikasi dan pengalaman kerja kita hanya menjadi pemicu untuk menawarkan gaji yang lebih tinggi, bukan menjadi kewajiban perusahaan untuk menyetujuinya.

Penting untuk mendapatkan gaji yang memadai sesuai dengan kualifikasi dan pengalaman kita. Dengan melakukan riset terkait market rate yang berlaku di industri, tinjauan terkait gaji dan tunjangan tambahan, serta melihat sejauh mana kualifikasi dan pengalaman kita cocok dengan job description yang dibutuhkan perusahaan, kita dapat menyusun tuntutan gaji yang rasional dan realistis untuk karir kita.

Berapa Harus Minta Gaji Baru Saat Pindah Kerja ?

Periksa Ulang Nilai Karirmu di Tempat Kerja Sebelumnya

Saat ingin pindah ke perusahaan lain, perlu dipertimbangkan secara objektif performamu di tempat kerja sebelumnya dan nilai karir saat ini. Jangan terlalu meminta gaji yang tinggi hanya karena ingin mendapatkan promosi yang lebih sering. Sebaiknya pertimbangkan kembali nilai karir di perusahaan terdahulu. Kamu harus merenungkan apakah secara kualitas perkerjaan dan hasil kerja kamu benar-benar layak untuk meningkatkan gaji pada perusahaan baru.

Periksa Batas Atas Besaran Gaji di Perusahaan Baru

Sebelum mengajukan tuntutan gaji yang tinggi, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu besaran gaji yang biasa diterapkan pada perusahaan targetmu. Jangan sampai meminta terlalu tinggi dan melampaui batas yang sudah disepakati. Biasanya perusahaan sudah menetapkan gaji sesuai dengan besaran anggaran yang tersedia. Kamu bisa menanyakan informasi tersebut kepada teman-teman yang bekerja di perusahaan tersebut atau melakukan riset secara online.

Gunakan Angka yang Spesifik

Meminta gaji yang lebih tinggi dari pekerjaan sebelumnya memang wajar, tapi kamu juga harus memastikan angka yang tertera dalam tuntutanmu tersebut spesifik dan rasional. Kamu harus menargetkan angka yang realistis dan masuk akal. Jangan terlalu takut untuk mempertahankan angka tuntutan gaji yang lebih tinggi, tapi kamu juga dapat menambahkan koma di belakang nominal agar terlihat lebih spesifik dan terukur.

Jangan lupa, saat meminta gaji yang lebih tinggi, jangan mengabaikan faktor lainnya seperti lingkungan kerja, peluang karir, pekerjaan sampingan atau manfaat lain yang bisa kamu dapatkan di perusahaan baru. Semua faktor tersebut juga sangat penting dalam mempertimbangkan keputusan pindah kerja dan tuntutan gaji baru.