Cara Menghitung Pesangon Karyawan Tetap

Publikasirilis.com – Dalam dunia kerja, ada kalanya perusahaan harus mengambil keputusan untuk memutus hubungan kerja dengan seorang karyawan. Terlepas dari alasan pemutusan, sebagai perusahaan yang baik, Anda tentu harus memberikan hak-hak karyawan, salah satunya adalah pesangon. Namun, bagaimana sih cara menghitung pesangon karyawan tetap agar sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku?

Pada artikel ini, kami akan mengulas tuntas tentang bagaimana cara menghitung pesangon karyawan tetap sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Langsung saja simak informasinya di bawah ini.

Cara Menghitung Pesangon Karyawan Tetap

1. Menentukan Masa Kerja

Sebelum menghitung pesangon, Anda perlu menentukan terlebih dahulu berapa lama masa kerja karyawan tersebut di perusahaan. Masa kerja ini nantinya akan mempengaruhi jumlah pesangon yang harus diberikan. Masa kerja dihitung dari saat karyawan mulai bekerja hingga tanggal pemutusan kerja.

Contohnya, jika seorang karyawan bekerja dari tanggal 1 Januari 2015 hingga 1 Januari 2020, maka masa kerjanya adalah 5 tahun.

2. Jenis Pemutusan Kerja

Setelah menentukan masa kerja, Anda perlu menentukan jenis pemutusan kerja. Ada beberapa jenis pemutusan kerja, seperti pemutusan oleh pihak perusahaan atau pemutusan atas inisiatif karyawan. Masing-masing jenis pemutusan memiliki perhitungan pesangon yang berbeda.

Contohnya, pemutusan karena alasan ekonomi (misalnya perusahaan bangkrut) biasanya akan memberikan pesangon yang lebih besar dibandingkan dengan pemutusan atas inisiatif karyawan.

3. Menghitung Besaran Pesangon

Setelah mengetahui masa kerja dan jenis pemutusan, Anda bisa mulai menghitung pesangon. Secara umum, perhitungan pesangon adalah sebagai berikut:

Masa kerja 1 tahun: Pesangon sebesar 1x gaji bulanan.
Masa kerja 2 tahun: Pesangon sebesar 2x gaji bulanan.
Dan seterusnya sesuai dengan masa kerja.

4. Menambahkan Hak-hak Lain

Selain pesangon, ada beberapa hak lain yang juga harus diberikan kepada karyawan, seperti uang penghargaan masa kerja dan kompensasi hak-hak lain (seperti cuti yang belum diambil).

Uang penghargaan masa kerja biasanya diberikan sesuai dengan masa kerja karyawan. Misalnya, untuk karyawan dengan masa kerja 3 tahun, uang penghargaan bisa sebesar 2x gaji bulanan.

5. Menghitung Total Keseluruhan

Setelah menghitung semua komponen di atas, Anda bisa menjumlahkan semua komponen tersebut untuk mendapatkan total pesangon yang harus diberikan kepada karyawan. Pastikan Anda telah mempertimbangkan semua faktor agar pesangon yang diberikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kesimpulan

Pesangon merupakan hak karyawan yang harus diberikan oleh perusahaan saat terjadi pemutusan hubungan kerja. Penting bagi perusahaan untuk mengetahui cara menghitung pesangon dengan benar sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan agar karyawan mendapatkan haknya dan perusahaan tidak mendapat masalah hukum di kemudian hari. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda dalam menghitung pesangon karyawan dengan tepat.